Saturday, 16 August 2008

Keunikan Arsenal




Pertama harus saya tegaskan ,saya bukanlah supporter Arsenal. Saya adalah supporter setia Manchester United. Namun berbicara dengan objektif ,harus saya katakan bahwa Arsenal memiliki style of play yg jauh lebih atraktif dibandingkan dgn Manchester United. Hal yg lebih mengesankan lagi adalah gaya permainan Arsenal ini diusung oleh para personelnya yg rata2 masih berusia muda. Keatraktifan ini ditunjang oleh fakta bahwa hampir semua pemain Arsenal merupakan tipe versatile player ,yaitu pemain yg dapat bermain di beberapa posisi yg berbeda. Namun, mungkin sebenarnya ada satu lagi faktor yg menjadi kunci di balik gaya permainan atraktif Arsenal.
Pernahkah anda memperhatikan bentuk tubuh dari pemain2 Arsenal ? Jika anda memperhatikan dgn seksama ,maka akan terlihat bahwa semua pemain Arsenal memiliki postur atau perawakan tubuh yg hampir sama antara pemain yg satu dgn pemain yg lainnya. Tentu saja terdapat perbedaan di tinggi badan ,namun dari segi postur ,komposisi bentuk badan mereka memiliki kemiripan yg hampir sempurna. Dgn kemiripan komposisi tubuh seperti ini ,maka otomatis antara satu pemain dgn pemain yg lainnya memiliki level akselerasi yg berimbang. Berimbangnya level akselerasi ini sangat berpengaruh pada timing dari pergerakan para pemain. Timing pergerakan yg tepat ini ,pada akhirnya akan memudahkan pemain2 Arsenal untuk memainkan gaya sepakbola pass and move yg menuntut akurasi dan presisi tinggi.
Kredit khusus harus diberikan ke Arsene Wenger yg selain dikenal sebagai manajer handal ,juga telah diketahui sebagai ahli gizi yg kompeten. Pembentukan fisik dari pemain Arsenal tentunya tidak lepas dari pemberian program gizi dan nutrisi yg tepat oleh Wenger. Selain itu ,kebijakan Wenger yg mempercayakan skuadnya didominasi oleh pemain2 muda juga memiliki kaitan yg signifikan terhadap keberhasilan program ini. Selain karena faktor usia muda yg mempermudah proses pembentukan fisik ,gaya permainan atraktif Arsenal tentunya akan lebih mudah diaplikasikan oleh pemain2 berusia muda yg dari segi fisik memiliki kondisi yg jauh lebih fit. Selain itu ,dari segi mentalitas ,gaya atraktif Arsenal juga lebih sesuai dengan karakter pemain2 berusia muda yg pada umumnya tidak ragu untuk mencoba hal2 yg baru ,yg dalam konteks permainan ,berarti akan memberikan kontribusi di kreativitas permainan Arsenal.

Thursday, 10 April 2008

Mencoba



Mencoba. Ada sebuah ungkapan yang berkata “At least you try.” Paling tidak engkau sudah mencoba. Karena dengan mencoba ,berarti minimal kita telah berusaha ,apapun hasil yang kita dapat. Dan tidak sekedar mencoba ,tapi lebih dari itu ,mencoba hal-hal baru. Berinovasi ,bereksperimen ,bukan hanya mengulang hal yang sama. Karena ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa definisi dari ketidakwarasan atau insanity adalah mengulang hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda. Repeating the same thing and expecting different results.

Mencoba. Inilah yang membedakan Cristiano Ronaldo dengan pemain-pemain kelas dunia lainnya. Keberanian untuk mencoba. Berkat keberaniannya untuk mencoba itulah ,maka sekarang kita dapat menyaksikan aksi-aksi dari seorang pemain yang mungkin saja dapat menjadi pemain terbaik yang pernah ada di planet ini. Karena keberaniannya ini juga ,maka kita ,penggemar sepakbola ,setiap minggu selalu menantikan apalagi kejutan yang akan ditampilkan Ronaldo di tiap pertandingannya. Faktor kejutan inilah menu utama dari suguhan Ronaldo. Sampai tulisan ini dibuat ,Ronaldo masih memuncaki tangga top skorer dari Liga Inggris. Okay, para skeptis mungkin berkata ,gampanglah jadi top skorer di Liga Inggris ,karena Liga Inggris rata-rata timnya hampir selalu bermain terbuka. Benar ,itu suatu fakta. Tapi yang menjadi kejutan adalah bahwa Cristiano Ronaldo bukanlah seorang penyerang. Cristiano Ronaldo adalah pemain yang berposisi sebagai sayap. Seorang winger menjadi top skorer ? Dengan standar liga apapun ,by any league standards ,that is what I called a surprise ,ini merupakan suatu kejutan.

Di pertandingan terakhir Manchester United melawan Aston Villa ,yang berakhir 4-0 untuk kemenangan United ,Ronaldo membuka pundi-pundi gol United dengan mencetak gol pertama. Yang membuat gol ini istimewa adalah karena Ronaldo mencetaknya bukan melalui tendangan terarah ke gawang atau tendangan bebas yang menjadi ciri khasnya. Tapi karena keberaniannya untuk mencoba hal-hal baru ,Ronaldo mencetak gol tersebut dengan suatu sontekan pelan memakai tumit belakangnya. Setelah sepanjang musim ini kita dibuat terkagum-kagum dengan tendangan-tendangan kerasnya atau tendangan-tendangan bebasnya yang semuanya dapat dikategorikan sebagai gol fantastis, sekarang kita dibuat terpukau dengan satu gol yang simpel. Kemampuan menjadikan suatu hal yang simpel menjadi suatu hal yang indah.

Ronaldo tidak seelegan Zinedine Zidane. Tidak sekharismatis Eric Cantona. Dan dia mungkin tidak dapat menjual kaos sebanyak David Beckham. Tapi satu hal yang pasti ,dengan Ronaldo ,imajinasi dan fantasi bukan lagi sekedar di kepala ,tapi menjadi satu hal yang riil ,menjadi kenyataan ,menjadi realita. Dan sekali lagi ,semua berawal dari mencoba. Untuk keberaniannya mencoba itulah ,jumlah 140.000 pounds sangat layak diterimanya. After all ,it’s just money ,right ? Dibandingkan dengan kepuasan yang kita terima sebagai penikmat sepakbola ,jumlah sebesar itu tentu tidak ada artinya.


Thursday, 27 March 2008

Supporter Pt.2

Gue suka banget sepakbola,no doubt about it,gue suka nonton bola,maen bola,maen game bola,baik yg kayak winning eleven maupun yg kayak football manager,anything about bola,gue doyan deh...Salah satu memori pertama gue tentang sepakbola adalah saat final Piala Dunia 1986 di Mexico,pas Argentina ngalahin Jerman Barat di final,walaupun yg masih gue inget sampe sekarang justru bukan partai finalnya tapi adalah saat Argentina ngalahin Inggris 2-1,karena pas di pertandingan itulah Maradona nyetak dua gol,dimana gol yg pertama gol yg kontroversial banget karena dicetak pake tangan,yg akhirnya dikenal sebagai gol "Hand of God",sementara gol yg kedua merupakan gol yg amat sangat sensasional karena Maradona nyetak gol itu denga solo run dari his own half,dan dia ngelewatin 5 pemain sebelum akhirnya dia berhasil nyetak gol...Un-fuckin'-believable...Pas momen itulah gue sadar kalo yg namanya sepakbola itu bukan sekedar dari olahraga biasa,tapi olahraga yg bisa ngebuat kita sebagai penonton ikutan menghela nafas pas tim yg kita dukung lagi diserang,ato pas tim yg kita dukung lagi nyerang,terus yg namanya menghela nafasnya berubah jadi makian pas tim kita kebobolan,ato malah justru menghela nafasnya berubah jadi teriakan puas pas tim yg kita dukung ngebobol gawang lawan...Minat pertama gue ada di musik,dari kecil,cita2 gue adalah jadi rock star,karena gue kagum sama kemampuan seorang rock star mengontrol audiens yg lagi nonton shownya dia,I have to admit,ini ada hubungannya dengan kepribadian gue yg sedikit control freak,dan saat gue dulu masih nyanyi,gue seneng banget kalo pas gue nyanyi terus gue bilang ke penonton "everybody say yeah !!!" terus penontonnya teriak "Yeahhhh !!!!",man,itu rasanya setaraf banget sama orgasme,bagaimana sekumpulan orang yg gue gak kenal bisa tiba2 ada di under my command,under my spell,amazing...dan ternyata,unsur rock star itu juga bisa gue temuin di pemain sepakbola,gimana saat misalnya si pemain nyetak gol,seluruh stadion langsung ikutan bergemuruh,ato saat misalnya seorang bek ngebuat tackle yg bersih,seluruh stadion ngasih tepuk tangan applause...so it's like,lo bisa mengontrol sekumpulan orang karena lo ngelakuin suatu hal yg lo suka,it's just plain awesome man...Lo ngelakuin hal yg lo suka aja udah luar biasa,terus lo dibayar udah pasti menyenangkan,dan abis itu lo bisa ikut ngebawa emosi orang lain larut ke dunia lo,gila gila,it's amazing beyond comparison....Di sepakbola sendiri,tim yg gue support adalah Manchester United,simply because United adalah tim yg selalu bermain untuk menyerang,bahkan di saat mereka ada di state yg paling defensif pun,mentalitas timnya adalah untuk menyerang,jadi mereka bertahan bukan untuk supaya nggak kebobolan,tapi bertahan untuk ngebangun suatu counter attack yg cepat untuk menghasilkan suatu gol,kalo di olahraga basket,istilahnya fast break...Walaupun gue support United,tapi klub pertama yg ngebuat gue jadi faham sama sepakbola adalah AC Milan di era trio Belanda,Gullit,Rijkaard,dan Van Basten,terus Napoli di era Maradona dan Careca,dan klub Inggris pertama yg gue suka adalah Tottenham Hotspur di eranya Paul Gascoigne...Satu poin plus dari seorang supporter independen kayak gue adalah karena gue gak punya ikatan lokal yg mengharuskan gue support klub dari kota dimana gue tinggal,ato ikatan kesukuan yg mengharuskan gue support klub yg "satu kampung" sama gue,ngebuat klub yg gue pilih untuk gue support bener2 berasal dari objektivitas gue,lewat suatu proses observasi yg cukup panjang,sampai akhirnya gue memutuskan untuk support suatu klub,dan saat gue memutuskan untuk support suatu klub seperti saat gue support United,nggak ada yg bisa meragukan loyalitas gue ke klub yg gue support,semuanya karena ya itu tadi,keputusan yg gue ambil melewati suatu proses observasi yg lumayan panjang tadi...Dan oleh karena proses itu tadilah juga,yg ngebuat gue gak ngedukung timnas Indonesia sebagai timnas favorit gue,sori deh,gue gak cukup patriotik untuk ngedukung timnas,karena prinsip gue,kalo lo menggantungkan harapan untuk sesuatu yg mungkin,lo masih layak disebut bermimpi,tapi kalo lo menggantungkan harapan ke sesuatu yg sama sekali gak mungkin,itu namanya bukan bermimpi lagi,tapi suatu kebodohan...jadi tipis emang bedanya antara being a dreamer sama being stupid...Kalo untuk timnas,gue support timnas Belanda,gue jatuh cinta banget sama timnas Belanda saat mereka menangin Piala Eropa 1988...tapi yg bikin gue lebih jatuh cinta lagi adalah karena falsafah total football mereka...menurut wikipedia Total Football adalah a system where a player who moves out of his position is replaced by another from his team, thus retaining their intended organizational structure. In this fluid system no footballer is fixed in his or her intended outfield role; anyone can be successively an attacker, a midfielder and a defender. It depends largely on the adaptability of each footballer within the team to succeed. It consists of footballers being extremely tactically aware, allowing them to change positions at high speed—in its simplest terms, every player is comfortable in any other position. It also puts high technical and physical demands on the players.Lo pernah nonton film tentang American Football yg judulnya "Any Given Sunday" ? Di film itu,Al Pacino berperan sebagai coach suatu tim American Football,di satu scenenya dia memotivasi timnya dengan dialog yg kurang lebih bilang kalo tim yg menjadi pemenang adalah tim yg bersedia berkorban untuk memeperebutkan setiap sudut dan setiap inci dari lapangan pertandingan...Sinting...nah,total football lebih kurangnya punya filosofi yg sama,karena di total football,semuanya berkisar pada ruang,space,dan kreativitas tiap pemain untuk memanfaatkan setiap space yg ada di lapangan.Saat Ajax mencetak hattrick memenangkan Liga Champions tahun '71,'72,dan '73 ,bek mereka saat itu Barry Hulshoff berbicara kalo "We discussed space the whole time. Johan Cruyff always talked about where people should run and where they should stand, and when they should not move." Ide dari Total Football kalo setiap pemain paling nggak bisa bermain di tiga posisi menuntut adanya kolaborasi dan pemanfaatan ruang seefektif dan seefisien mungkin...Sebenernya kalo mau ngeliat versi mikro dari Total Football,lo bisa ngeliat taktik dari Chicago Bulls era Phil Jackson yg namanya Triangle Offense,dimana saat itu,triangle ato segitiga poros penyerangan Bulls yg diisi Scottie Pippen,Michael Jordan,dan Dennis Rodman juga selalu berotasi,jadi posisi antara 3 pemain tersebut gak pernah tetap,yg dimana akhirnya ngebuat lawan selalu kebingungan untuk man marking pemain yg mana,dan hasilnya jelas banget,threepeat juara NBA jo....So,yg dituntut adalah fleksibilitas,kepekaan,dan tentunya hard work....Lah,kok gue jadi teknikal gini ya ngebahasnya ? Well,what the heck...

Saturday, 22 March 2008

Supporter


Okay ,sekali lagi ,mari kita bermain kategori ,kali ini gue akan coba ngebahas jenis2 kategori supporter klub sepakbola ,secara gue juga termasuk manusia penggila olahraga sebelas lawan sebelas ini...Mungkin lo bertanya-tanya ,kalo gue masuk kategori yg mana ya ? Hehehe ,just figure out for yourself....

Here it goes...

1.Local Supporter
Local Supporter atau suporter lokal ,dari namanya aja udah ketauan kalo mereka ini support klub sepakbola di mana mereka tinggal ,so kalo lo tinggal di London ,klub yg lo support nggak jauh2 dari Arsenal ,Tottenham ,Chelsea ,West Ham dan klub2 London yg laen. Ato kalo lo tinggal di Jakarta ,ya lo support Persija lah. Yang menarik dari supporter lokal ini ,karena biasanya di satu kota ada lebih dari satu klub ,partai2 derby (derby : partai yg melibatkan dua klub yg berasal dari kota yg sama) selalu jadi partai yg dinanti-nantikan, dan biasanya, atmosfer derby selalu keras ,sarat gengsi dan tempo permainan selalu yg gas pol abeess.

2.Tribal Supporter
Gue punya sepupu dan kebetulan dia orang Spanyol tapi dari suku Basque ,dan walaupun dia dari kecil udah tinggal di Indonesia ,tetep aja klub yg dia support adalah Athletic Bilbao ,karena faktor kesukuan tadi. Sama halnya kayak kalo suku lo Catalan ,lo udah bisa dipastikan support Barcelona .Ato kayak misalnya gue ,karena gue orang Bugis ,walaupun gue tinggal di Jakarta ,kalo misalnya Persija ketemu sama PSM Makassar ,gue bakal belain PSM ,semata-mata karena istilahnya mereka tim yg "satu kampung" sama gue.

3.Family Supporter
Ini seru nih ,contohnya lo support Tottenham Hotspur karena dari mulai kakek sampe bokap lo semuanya suporter Hotspur ,dan bisa dipastikan ,kalo lo punya anak ,lo juga bakal ngeracunin anak lo untuk support Hotspur juga. Yg kocak dari supporter yg kayak begini ,kadang kan ada misalnya si anak ternyata nggak mau ikutin klub yg bokapnya support ,jadi misalnya si bokap support Hotspur ,ternyata anaknya lebih milih support Arsenal ,kalo yg masih ringan fanatismenya sih ,paling pas matchday doang mereka cela2an ,tapi kalo yg fanatismenya emang kenceng ,dan ini bener kejadian ,ada bapak yg sampe nggak mau ngomong sama anaknya cuma karena dia mikir nih anaknya durhaka banget ke dia karena gak mau support klub yg sama...hahaha...parah parah....

4.Independent Supporter
Kalo supporter yg ini ,mereka support satu klub sepakbola karena mereka emang bener2 suka ,dan biasanya mereka menjatuhkan pilihan terhadap klub yg mereka support lewat satu proses dimana mereka milih dulu ,liat gimana klub itu cara maennya ,mereka observasi dulu ,setelah mereka sreg dan ngerasa kayaknya ini klub yg mereka suka ,barulah mereka support ,nah yg model supporter yg kayak gini yg biasanya bakal jadi die hard supporter ,karena mereka ngelewatin satu proses yg panjang terlebih dahulu ,oleh karena itu kebanyakan dari mereka biasanya bakal setia sama klub yg mereka support...yah ,seperti my lifelong affair sama Manchester United lah ,hahaha...Karena gue support United lewat satu proses dulu ,pertama gue suka United pas jamannya Cantona ,dan udah deh ,sejak saat itu gue nggak bisa lepas dari United...GLORY GLORY MAN. UNITED !!! Yeahhhh !!!

5.Glory Hunter Supporter
Kalo supporter yg kayak gini ,hehehe ,sebenernya agak2 annoying ya ,jadi mereka support klub yg saat itu lagi jago ato lagi populer aja ,misalnya pas saat itu yg lagi jago Real Madrid ,ya udah mereka support Madrid ,misalnya prestasinya Madrid lagi turun ,mereka pindah support klub laen yg lagi jago2nya saat itu...sebenernya sih mereka bukan supporter kali ya ,fans doang ,ato mungkin lebih tepatnya prostitute ,bispak ,hehehe...

6.Neutral Supporter
Ini sekumpulan orang2 yg kagak punya beban kalo nonton ,mo yg maen siapa lawan siapa kek ,mo yg menang siapa kek ,mereka mah cuek bebek aja ,yg penting nonton bola ,seru ,ikutan teriak pas gol ,udah ,kelar nonton hati mereka puas ,ibaratnya mereka nih golputnya kaum suporter ,hahaha...

7.Soft Spot Supporter
Soft Spot nih kayak misalnya gue ,gue support United ,tapi ada satu klub laen yg gue suka juga tapi gue gak cinta mati kayak gue cinta mati ke United ,jadi misalnya gue pengennya yg jadi juara liga United ,tapi gue juga pengen Hotspur prestasinya bagus ,tapi jangan sampe ngelebihin United...jadi ini klub kedua yg misalnya lo abis liat klub kesayangan lo maen ,lo pengen nonton mereka maen juga...ibaratnya ini klub selingkuhan gitu deh...hahahahaha....

8.Seasonal Supporter
Suporter yg kayak gini lumayan banyak, biasanya mereka ini orang yg kalo lo ngobrol sama mereka terus lo nanya "Lo suka nonton bola gak ?" mereka ngejawabnya ,gue nonton kalo Piala Dunia doang ato kalo Piala Eropa ato final apa kek...gue bilangnya mereka suporter durian ,soalnya mereka doyan bolanya musiman ,kayak durian kan ,hehehe ,jadi buat mereka ,sepakbola itu cuma seru pas event2 gede doang kayak Piala Dunia dan Piala Eropa...

9.Gambler Supporter
Yg model begini juga lumayan banyak ,kalo nonton pas tim yg mereka support bikin gol ,teriaknya udah kayak setan ,kalo timnya kebobolan ,cemberutnya asli jelek banget ,sambil nonton sibuk sms ato telfon2an ,terus nanya ke bandar judinya ,odds nya berubah gak ,masih bisa gedein taruhannya gak...hehehe, jadi sebenernya mereka gak peduli tim apa yg mereka support ,selama tim itu menang which means mereka menang taruhan juga ,ato kalo misalnya kalah ,tapi karena di voor mereka tetep dapet duit ,mereka fine2 aja ,yg penting kagak rugi...jadi sebenernya mereka ini bukan supporter tapi doyan judi aja ,hehehe....


So...which supporter are you ?

Thursday, 6 March 2008

Incubus


Baru aja pulang dari gig nya Incubus...Menyenangkan...gue soalnya gak pernah baru 3 lagu pertama suara gue udah mo abis karena ikutan sing along...hmmm,bukan sing along kali ya...mungkin the right word would be teriak-teriak....gila aja..."Wish You Were Here" dijadiin lagu ketiga aja lho di setlistnya...sementara itu lagu gue hafal mati sampe ke tulang sumsum gue...ape coba ? Dan seperti ditulis di buku Gigs 101 bab 1,salah satu aturan baku lo nonton gigs adalah saat si artist yg lo tonton gigsnya membawakan lagu yg lo hafal liriknya,maka hukumnya adalah haram bila kita tidak ikut sing along atau teriak-teriak saat lagu tersebut dibawakan...yah sama lah haramnya kayak kalo orang Islam makan babi...ato orang Kristen kebaktian di mesjid...ato pecinta anjing makan daging anjing...apa coba ? Hahaha...pusing kepala gue...lumayanlah Incubus bisa sedikit ngilangin pusing di kepala...gue juga sih geblek...but the thing is,orang dan masalah yg bikin kepala gue pusing kayaknya mulai becoming increasingly annoying...maksud gue santai aja,ntar juga gue beresin,sabar dikit coba...tapi bodolah,mo diapain juga...fuck it...balik ke Incubus....gue tadi lumayan sempat terkesima melihat seorang gadis remaja sampe nangis ngeliat Brandon Boyd buka baju...I mean,gue aja yg laki2 normal ngeliat posturnya si Boyd kagum...badannya lean banget,tipe2 badan surfer gitu....tapi gue ngebandingin kayak kalo misalnya Megan Fox,Kristen Stewart,Evan Rachel Wood,ato Mischa Barton buka baju di depan gue...kayaknya gue bakalan terlalu sibuk konak untuk menyempatkan diri gue untuk menangis...Gue suka stage actnya si Boyd...musiknya emang beda jauh sama The Doors...tapi stage actnya dia sama almarhum Jim Morrison sangat2 identical...yg kayak orang doing a spastic dance...goyang tapi kayak kaku,kayak hampir ngebanting badannya sendiri,mungkin biar soundnya beda tapi messagenya sama kali ya,sama2 punya spirit psychedelic di musiknya...gue ngeliatnya si Incubus ini ngambil approach yg agak beda sama band2 pada umumnya...most bands bakal nyimpen hits2 mereka untuk bagian2 akhir show mereka,tapi Incubus kayak yg bolak-balik dari lagu hits ke non hits...tapi sebenernya highlights malam ini adalah saat mereka maen instrumental...asli itu sick sick sick !!! Dan sekali lagi membuktikan bahwa turntable (baca : mesin) plus laptop Mac bisa jadi media bermusik yg sangat efektif...jadi kalo ada yg bilang kalo mesin gak punya jiwa,well,obviously mereka hidup di jaman purba,ato terlalu sombong untuk mengakui bahwa yg namanya progress dan evolusi ada di industri musik,karena udah stuck sama stigma tolol yg bilang kalo mesin bukan instrumen musik yg legit...fuck them...Terus yg nice juga,Incubus juga seperti memutarbalikkan anggapan kalo lo punya sound yg agresif,lirik lo harus negatif...I mean dude....lirik mereka sangat2 positif vibenya tapi tetep aja kok mereka bisa maen agresif...Satu lagi yg nice...pas sebelum maen lagu terakhir,si Brandon Boyd bilang "On your way home,do't forget to hug a stranger...",asli,ini orang jiwanya hippie sekali....Nice nice....Thank You Incubus for the brief peace of mind that you guys gave me...

Mike Patton


Asli gue merasa bersalah di postingan sebelumnya gak mention Mike Patton,sorry ya om Mike...one of the most versatile vocalist and musician...
So here's to you Mr.Mike Patton...

Tuesday, 4 March 2008

Vokalis



Gue selalu berpikiran kalo yg namanya tipe vokal itu macem2,dan dengan sok kreatifnya gue coba untuk mengkategorikan vokal2 tersebut,eh tunggu dulu,ini kita ngomong soal vokal cowok ya,kalo vokal cewek,ntar deh ya,some other time (by the btw,gue lagi suka banget sama vokalis cewek dari Paramore,she's smokin' hot !!!). So, gue came up dengan kategori sebagai berikut...

1.Macho
2.Sexy
3.Renyah (crunchy)
4.Sad ato Haunting
5.Unique

Fuck...udah kayak Pancasila aja ada 5...

So kita bahas satu persatu...Eh kagak deh,ada enam ternyata,satu lagi
6.Badung (naughty,eh tapi kok kalo naughty soundnya sexual oriented ya,ah bodo lah,fuck the terms...)

1.Macho
Tipe vokal yg kayak gini nih ada di vokalis kayak Eddie Vedder sama Jim Morrison,penyanyi2 dengan vokal bariton dominan,ciri khasnya tuh kalo lagi growling,uuugghhhh !!!! Man,mereka jarang nyanyi sambil scream,tapi once they scream,lo juga jadi pengen teriak,scream yer fuckin lungs out !!! kayak pas Jim Morrison teriak "Fireeee !!!!" di Light My Fire ato pas Eddie Vedder at he's peak di lagu "Not For You",Damn !!! these motherfuckers sure can scream,terus feeling lo pas dengerin juga jadi lifted,soar,kayak lo terbang,no no,bukan gitu deh,it's more like you wanna smash something,kayak semua rage lo tuh keluar...once,gue pernah fokus dengerin mixtape Pearl Jam buatan gue sendiri,isinya lagu2 PJ yg kenceng,asli jo,gue kelar dengerin keringetan saking tensenya...Oh satu lagi...Phil Anselmo,which probably the one single redneck I considered cool...

2.Sexy
Kalo vokal yg kayak gini,somehow kenapa,gue cuma nemuinnya di vokalis2 African,black dudes,vokal mereka vokal yg ngajak perempuan bobo banget,mungkin itu sebabnya kali ya kenapa Mick Jagger pernah bilang kalo black music ngebuat rock 'n roll kedengeran lebih sexy...Example,Lenny Kravitz...I mean,I don't blame those supermodels for falling head over heels for him,ini orang emang the living personification of sex appeal itself,damn,this dude banged Lisa Bonet fer chrissake,or the recent,Adriana Lima,that smokin' hot Victoria's Secret model...cara nyanyi yg sedikit mendesah,belum lagi lirik2 yg kayaknya gak jauh2 dari urusan bobo2an,kelepak kelepek lah perempuan....satu lagi,Maxwell...my ex girlfriend describes it the best,dia bilang,kalo Maxwell nyanyi,seolah-olah cuma ada dia sama Maxwell di ruangan itu,jadi kayak special ditujuin buat dia,makes a girl feel special...

3.Renyah
Sorry guys,I can't think of anybody else beside Bono for this category,vokalnya tuh kalo di kuping gue kayak ngebuat lo berasa makan ice cream sandwich,I mean,pernah nggak lo dengerin vokal yg ngebuat elo laper ato pengen ngemil ? Nah,buat gue,vokalnya Bono inilah yg kayak gitu...sulit juga ya untuk gue ngegambarinnya,tapi gue gak pernah kalo lagi denger Bono terus gak kebayang cemilan,ato emang gue aja yg gendut ? Hahaha...Gue sih mungkin mikirnya,dulu kan lirik2nya U2 banyak yg berbau revolusi,mungkin Bono secara implisit lewat vokalnya yg bikin laper itu pengen kasih tau ke pendengar U2,kalo revolusi boleh2 aja,tapi jangan pernah revolusi dengan perut kosong....tapi kalo soal revolusi,juaranya Bob Marley deh,damn,dia nyanyi lagu tentang revolusi tapi dengan nada yg santai....nothing tops that man....eh nggak deng,ada satu lagi yg renyah...Seal...nggak sampe bikin laper sih,tapi cukuplah buat bikin Heidi Klum mau jadi bininya...

4.Sad ato Haunting
Pernah denger lagunya Nine Inch Nails yg judulnya "Hurt" dinyanyiin sama Johnny Cash ? Dude,gue pertama denger lagu itu,it gave me a fuckin' goosebumps,and still is,until this very day...Johnny Cash is like the ultimate American outlaw,he's up there with Jesse James,anjrit ini orang,presencenya bikin orang jiper,terus vokalnya tuh yg kayak creeps the bejesus outta you...Other example, Layne Staley ,gue asli nangis (okay,I was on LSD,but still...) pas pertama denger lirik River Of Deceit "My pain is self chosen...",gila ini orang,dia ngutip "The Prophet"nya Kahlil Gibran terus dia bikin seolah-olah itu keluar langsung dari perasaannya sendiri,kinda makes you feel suicidal,eh ? and what's more interesting,gue pernah liat livenya,pas di bagian terakhir lagu itu,dia bener2 nangis...a disturbed genius...I know how you feel man,rest in peace Mr.Staley....satu lagi,Kurt Cobain...well,perhaps you guys might think,for this guy,harusnya gue bikin satu kategori lagi,which would be called Angry,tapi buat gue,yg namanya anger kan sebenenya cuma versi agresifnya sadness,so,the angriest motherfucker in 90s is actually a very2 sad guy....I mean,you have to be a very sad person to write a song called "Rape Me"....balik lagi ke haunting,gue bakal ditimpukin goths seluruh dunia kalo gue gak mention Robert Smith dari The Cure...kalo lo dengerin track mereka yg "Lovesong",gue rasa it's pretty safe untuk bilang kalo lagu itu cocok banget buat jadi the ultimate stalker song,liriknya sih innocent2 aja,tapi cara nyanyinya itu yg bikin orang jadi mikir,is this guy really in love,or he's just obsessed ?

5.Unique
Ini kategori paling tricky,soalnya,to be in this category,either you have to be a very good singer or a lousy singer tapi punya vokal yg khas...Example...yg lousy dulu ya...sebelumnya sori dimori dulu nih buat om2 penggemar Genesis....Phil Collins....hahaha,I know,I know,I might be wrong,but fer cryin' out loud,that guy play drums !!! He wasn't even supposed to sing !!! (perkecualian untuk The Eagles yee...sama Beach Boys deh...) But here's the good thing,lo nggak akan pernah nemuin vokal yg sama kayak Phil Collins,the minute he sings,lo langsung tau,ini Phil Collins,and by saying he's a lousy singer bukan berarti gue gak suka sama dia...dude,duh ? Siapa yg gak suka Phil Collins ? Most of us grow up listening to his songs...Now the good singer...Peter Gabriel...that's a damn fine singer....Dengerin "Biko" ato "Sledgehammer" deh,and you get my point....Yg unik lagi,Maynard from TOOL,gue mungkin subjektif di sini secara gue TOOL Army gitu loh,tapi man,can't you fuckin' believe this guy vocal's range ? Dari teriak 16 bar di album Lateralus sampe ke low register bass voice di project Puscifer nya ? No one comes close,yg mirip ada,Pete Loefflernya Chevelle mirip,tapi soulnya gak punya....Oh,satu lagi,an average singer tapi vokalnya khas...David Bowie...ah,no words lah to describe Bowie,and I dare you all not to try to describe the Ziggy Stardust himself....

6.Badung
Raja vokal badung ,Mick Jagger...Wakil raja...Robert Plant...Benteng...Axl Rose....But here's the thing,badungnya Jagger tuh mencakup both aspek badung in sexual way and badung in terms of badung pemberontak,rebel if I may say...Sexual ? Dengerin "Satisfaction". Rebel ? "Sympathy For The Devil". Plant on the other hand,is very very sexual,c'mon ladies...admit it ? He did looked hot with his bellbottom pants,long hair and sideburns,and I gotta tell you,not much people can successfully pull long hair and sideburns at the same time...whereas Axl,this guy is pure rebel,with his stage antics,schizophrenic behavior,and above all,his ear piercing vocals...Damn !!! Don't you just wanna scream ?!? I mean,Guns 'N Roses didn't just get the "World's Most Dangerous Band" title fer nuthin'...oh yeah,satu lagi nih yg badung beyond comparison...Roger Daltrey dari The Who...

Ada satu lagi sebenernya...Annoying...sori dimori Dream Theater fans...example gue James LaBrie...dude,I mean Portnoy ada di my top 5 list favorite drummer ,up there with Stewart Copeland,Neil Peart,Danny Carey,John Bonham,but please Mike,lose that vocalist,I can't stand his vocals...replace him with someone with a little more soul....kalo diganti kayaknya gue bakal start dengerin DT deh...

sorry buat vokalis yg gak kesebut kayak Serj Tankian,Roland Orzabal,Dave Gahan,Cedric Bixler Zavala,Brandon Boyd,Tony Hadley,Marvin Gaye,Chris Cornell,Brian Wilson,John Lennon,Otis Redding,Michael Hutchence,Jeff Buckley,Alice Cooper,Bruce Springsteen,David Coverdale,etc....Believe me,you're all matters as much as those guys above....Cuma kan gue pegel kalo harus bahas semuanya...

Tuesday, 26 February 2008

TOOL


Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2006,waktu itu gue dan beberapa orang teman sedang bersantai-santai di Splash! di kawasan Kemang,just your typical Friday night hang out,ngobrol ngalor-ngidul sambil ditemani beberapa gelas beer,kebetulan salah satu teman gue mengajak seorang temannya yg merupakan seorang gitaris dari grup indie terkemuka di Indonesia,pokoknya grup ini terkenal karena membawakan lagu2 bernuansa nostalgia 70an,so gue nggak expect musiknya dia sama musik yg gue suka bakal nyambung,sampai kita tiba di topic yg satu ini,dia tiba2 nanya “Joel…tadi pas jalan ke sini,lo dengerin apa di mobil ?”Pertanyaan yg membuat gue lumayan surprised,pertama karena dia bertanya musik apa yg gue suka dengan cara yg unconventional,instead of dia nanya gue suka band atau musik apa,tapi dengan cara bertanya musik apa yg gue baru dengerin di mobil,dan yg kedua kayaknya tongkrongan gue sama dia beda banget,gue yg berjeans dengan converse,sementara dia dengan dandanan 70an,jadi agak kocak ya,terus gue jawab “Gue sih kalo nyetir ,andalan gue TOOL…”nggak berharap kalo dia ngerti…Instead jawaban dia adalah “Hah ? TOOL ? Ah,gila,lo dengerin yg mana ? Wah,kalo buat nyetir sih,gue paling suka album Undertow,paling kenceng tuh !”Gue terkejut,sedikit hampir tersedak beer yg gue minum,tapi langsung antusias “Bukan jo,bukan yg Undertow,gue tadi di mobil dengerin Aenima,gue ngulang2 lagu Forty Six & 2…”dia spontan langsung nyanyiin liriknya “my shadow…”Wah,gue langsung berasa seneng banget,ada juga yg nyambung,dan orang yg nyambung ternyata sangat2 unexpected…

Unexpected…bicara soal unexpected,TOOL is the most unexpected band yg pernah ada,I mean,gimana caranya lo bisa bikin album platinum dengan album yg isinya lagu2 yg sama sekali nggak radio friendly ? Belum lagi durasi dari album yang satu ke album yang lain minimal 3 tahun ? Kebanyakan band mungkin udah kehilangan pendengarnya lewat 3 tahun nggak ngerilis album ? Gimana caranya lo bisa buat pendengar lo tetap sabar dan setia nungguin next album lo ? Sekedar catatan,jarak dari album Lateralus ke album 10,000 Days adalah sekitar 5 tahun,dan pada tahun 2006 saat 10,000 Days dirilis ,pada minggu pertamanya,according to Nielsen SoundScan,terjual sekitar 564.000 copies,dan menduduki posisi pertama Billboard Top 200…Lo bisa bilang semua hype tentang band ini bohong,tapi statistik always tell the truth man….Belum lagi fakta bahwa dari 8 video klip,members dari TOOL hanya sekali appear di video klip mereka,I mean,kita nggak bisa deny fakta bahwa semakin sering suatu band appear di video klip mereka,the more likely mereka akan semakin popular,tapi TOOL proved otherwise,album 10,000 Days yg merupakan album terakhir mereka membuktikan hal itu dengan menjadi the best selling TOOL album ever,fakta bahwa TOOL Army (sebutan untuk fans TOOL) semakin bertambah setiap tahun. Fakta ini akan semakin terdengar mencengangkan jika kita tahu bahwa TOOL adalah satu dari sedikit artis yg menolak untuk bekerjasama dengan ITunes,vokalis mereka Maynard James Keenan berkata “Lagu2 ini bukanlah iklan,bukan semacam jingle 3 menit,lagu2 ini tidaklah terlalu mudah untuk difahami…Ini lebih mirip dengan mempresentasikan sebuah film.”Okay,kita bisa bilang kalo dia pretentious,tapi kita bisa lihat kesamaannya,saat kita membayar untuk membeli satu CD atau tiket film,maka chances untuk kita akan menikmati prosesnya sampai habis jelas lebih besar. Simpel memang,kalo lo udah bayar,kemungkinan lo pay attention lebih besar.

Bicara TOOL memang tidak bisa lepas dari sosok sang enigmatic vocalist,Maynard James Keenan. Di satu interview,sang gitaris Adam Jones pernah berkata “TOOL is my band,I asked Maynard to join in…”Well,memang kalau kita melihat TOOL secara keseluruhan,Maynard tidak lebih dan tidak kurang merupakan ¼ dari apa yang membentuk TOOL di samping sang gitaris Adam Jones,bassist Justin Chancellor,dan drummer Danny Carey. Tapi kita tidak bisa memungkiri fakta bahwa banyak orang yg tertarik kepada TOOL karena adanya sosok MJK ini.Salah satu policy yg terkenal dari MJK adalah ia tidak pernah mau menuliskan lirik dari lagu2 TOOL (dan juga lirik dari side projectnya A Perfect Circle dan Puscifer) di album sleeve,saat ditanya kenapa ia mengambil langkah tersebut,ia hanya menjawab bahwa saat kita membaca lirik,maka itu merupakan suatu proses berpikir yg berbeda,yg akan berakibat pada kita tidak akan sepenuhnya memahami proses musical yg sedang terjadi….Sinting…gue pas abis baca itu langsung mikir,gila ini orang,kepikiran aja detail yg kayak gitu…Dan dengan lirik2 yg seperti dia tulis,kita nggak bisa menyalahkan kalo dia berpikir seperti itu,I mean,lirik2 yg dia tulis seperti mengajak kita melihat ke pola berpikir dan merasa yg kita sebagai manusia miliki seperti di track Stinkfist saat dia menulis “Constant stimulation numbs me…Boredom’s not a burden anyone should bear”…Man,isn’t that just a plain genius ? Dan 2 album TOOL terakhir yaitu Lateralus dan 10,000 Days merupakan 2 dari biggest selling album mereka nggak bisa lepas dari fakta bahwa 2 album ini dirilis setelah Maynard dan A Perfect Circle merilis album mereka yg notabene lebih “radio friendly” dibandingkan dengan TOOL, yg menunjukkan bahwa sosok Maynard merupakan magnet bagi para pendengar. Dan memang nggak bisa disangkal bahwa banyak sekali orang yang sebelumnya tidak mengenal TOOL ,akhirnya menjadi tertarik karena mereka mendengar A Perfect Circle terlebih dahulu. Salah satu lagi contoh dari kejeniusan Maynard adalah saat in menulis lirik dari track “Die Eier Von Satan” ,saat orang pertama kali mendengar track ini, kebanyakan orang, apalagi yg tidak mengerti bahasa Jerman akan menganggap bahwa lagu ini adalah lagu untuk memuja setan dan akan berpikir bahwa TOOL is just a bunch of Satanists. Apalagi track ini dibawakan dengan cara seperti orang berkhotbah. Tapi yg mengejutkan adalah lirik dari track ini sebenarnya adalah resep tentang cara membuat hash cookies. Genius isn’t it ? Track yg membuat semua orang berpikir tentang Satan sebenarnya hanyalah sebuah resep membuat kue…

Simply put, TOOL just might be the most popular cult band in the world. And somehow, mereka berhasil untuk membuat diri mereka sebagai suatu cult band tanpa harus menjadi elit atau eksklusif. Kita nggak harus menjadi orang yang pintar untuk bisa menikmati musik mereka. Dan tidak ada orang yang terlalu bodoh sehingga tidak bisa menikmati apa yg mereka tawarkan. TOOL memainkan sound yg smart tanpa harus terdengar seperti mengajarkan orang bagaimana bermain musik rock yg baik dan benar. Dengan TOOL ,it is all a matter of feelings ,if you feel it ,then you got it ,if you’re not feeling it ,then you’re not feeling it…Simpel kan ?



Friday, 15 February 2008

LAUGHING



Gue orang yg susah buat ketawa,tapi pas gue ketawa,I really mean it,trus suara ketawa gue yg kirikikikkik aneh gitu lah..but lately,gue nemuin sesuatu kalo ternyata ketawa itu lumayan healing ya...apalagi buat tortured soul kayak gue gini...paling nggak ngebuat kepala gue buat sejenak stop being depressed...thanks untuk TOOL pastinya,yg ngenalin gue ke Bill Hicks,one of the great late comedian of our time,dan yg pasti ke youtube,yg banyak banget stok klip dari Bill Hicks...I mean,ini orang gak cuma ngelempar joke yg kocak abis,but at the same time dia coba untuk nyampein satu message,ada satu jokenya yg menurut gue gila banget,di situ dia bilang dia agak bingung kenapa orang2 pada pake kalung salib,soalnya kan dia pikir,ntar pas udah deket kiamat terus Jesus ceritanya kan akan dibangkitkan lagi,itu orang2 pada gak mikir apa yg Jesus bakal rasain pas ngeliat salib,yg ada bukannya flattered,malah trauma...kacos kacos....dia bilang itu sama aja lo nyamperin Jackie Kennedy pake kalung berbentuk senapan...parah parah...trus yg gue suka lagi,si Bill Hicks ini nih ex drug addict,but instead of dia preaching drugs itu jelek sehingga akhirnya dia berhenti,dia malah yg ceritain all the good things yg dia alamin pas dia masih make...sangat tidak hipokrit...terus satu lagi jokenya ,dia bilang dia gak ngerti sama orang2 yg gak ngerokok terus sambil batuk2 nyamperin dia minta dia matiin rokoknya,dia pikir hebat banget,yg ngerokok dia,yg batuk orang laen,hahaha...hebat hebat...satu lagi komedian yg gue suka ,RICHARD PRYOR...gila deh,kalo si item satu ini sih emang classic banget deh,joke2nya mentah,kasar,tapi real,dan yg paling penting,bisa ngebuat gue ngakak sampe keluar air mata...ada satu jokenya dia bilang pas dia lagi make crack,bong cracknya dia itu satu2nya hal yg bisa ngerti dia di dunia ini...asli gue ngakak,karena gue ngerti tuh relationship yg kayak gitu....terus ada satu joke dia bilang,kalo dia marah,semakin dia marah,semakin dia diem,sampe akhirnya kalo dia marah banget akhirnya dia ngomong jadi kayak orang bisu...ah gila...lo semua harus ngeliat klip2nya deh baru ngerti apa yg gue omongin....nulis gini aja gue jadi ketawa...parah parah....

Wednesday, 13 February 2008

BJORK !!!


Ini perempuan sinting...gue gak pernah2nya abis nonton gigs,terus sehari setelahnya masih terkagum-kagum,masih kebayang-bayang iya,tapi masih terkagum-kagum sama seperti saat nonton gigsnya baru kali ini aja...Even pas abis Pearl Jam sama The Cure,hell,even abis Lollapalooza,ya udah,feeling gue the next daynya udah biasa lagi...tapi Bjork...man,she's something else...entah kenapa ya,apa mungkin biasanya gigs2 yg gue tonton tuh yg artistnya emang musical based aja,yg gak banyak pake gimmick,kalo pas Bjork kemaren kan kayaknya it was feast for both ears and eyes,pake disemprot confetti sama laser segala,but at the same time,musical sidenya juga tetep kejaga,dan konser Bjork semalem sekali lagi membuktikan bahwa mesin pun bisa jadi media yg efektif BANGET untuk bermusik...hidup mesin !!! Sayangnya aja gak boleh foto2 di dalem,katanya manajemen Bjorknya yg emang gak ngebolehin,walaupun banyak juga yg colongan,gue sih tertib2 aje deh,abis dibilangnya kalo Bjorknya sampe ngeliat ada yg foto2,dia bakal stop shownya,ngeri jo,when a cute Icelandic woman told you to do something,you better obey her man,hehehe...yg menyenangkan adalah ngeliat approachnya Bjork ke show itu sendiri,dia seperti menganggap shownya itu party and everybody should have a good time,after all it's a party kan ? Belum lagi ngeliat attitudenya yg kayak anak kecil yg lagi maen2 aja,having fun with herself,ada satu momen yg kocak banget,pas keyboardistnya maenin nada yg haunting,Bjork terus yg dua tangannya diangkat terus yg kayak creeping,nakut2in penonton,terus bibirnya yg nyengir kayak niruin Jack Nicholson di film "The Shining",asli kocak...dia nggak berhenti lari2,joget2 gak jelas,tapi karena gak jelasnya itu that's what makes her really fun to watch,satu lagi poin plusnya,dia gak stop2nya ngomong "thank you",ato "thank you thank you very much" ato ngomong "you are beautiful" sembari bow down badannya,satu saat dia sempet ngomong "thank you,sorry I cannot speak your language,but you can't speak Icelandic either so it's okay"...humble abis...and above all....her vocals man...always on top of her game...highlights : banyak banget !!! tapi momen pas lagu terakhir : Declare Independence juara banget deh....Thank You Bjork....

Tuesday, 5 February 2008

Sekali lagi : FOOTBALL MANAGER !!!



Gue sekarang mulai ngerti jalan pikirannya Rafael Benitez ,no ,gue sama sekali bukan supporter Liverpool ,gue support United ,tapi kadang ,gue gregetan ngeliat si Benitez gonta-ganti line-up mulu ,yg pada akhirnya malah ngebuat permainannya Liverpool jadi berantakan...gue tau ,harusnya gue seneng rivalnya United jadi berantakan ,tapi mungkin gue beda ya ,di pikiran gue ,karena tim yg gue support ,Manchester United ,tim yg jagoabiswhoeverfacesusbepreparedtogetagoodkickintheirasses ,gue expect tim yg kita lawan ,terutama rival bebuyutan kayak Liverpool ,maennya bisa maksimal...nah ,karena si Benitez agak2 sinting ,jadi kadang ,pas United ketemu Liverpool ,sering banget gak imbang ,sure gue seneng ,menang lawan rival gitu loh ,tapi kan victorynya bakal much sweeter kalo rivalnya juga lagi pas di peak performance....
But now...thanks to Football Manager (the 2nd greatest drug on earth) ,gue ngerti kenapa si Benitez doyan banget bereksperimen...kalo menurut teori gue ,dia mikirnya jangka panjang ,I mean ,kan stok pemainnya dia banyak ,dan rata2 pemain bagus semua ,nah dia kepengennya ,siapa aja pemain yg dia pilih jadi starter udah terbiasa dengan pola yg dia maenin ,jadi siapa aja yg dia pilih udah siap dan gak canggung lagi sama pola yg dia pilih....Sama kayak gue ,gue ini termasuk tipe manager bola yg doyan belanja ,apalagi pemain2 muda ,gue wonderkids hunter deh...nah,buat gue,pemain muda yg bagus itu tahapnya jangan di reserve dulu lama baru masuk ke tim utama ,tapi langsung ke tim utama ,ato diboalk-balik antara first team sama reserve buat jaga match fitnessnya dia...Nah...tapi di sini lah gue bedanya sama Benitez ,and that makes me smarter than him...Benitez didn't just experiment with his line up ,tapi dia juga eksperimen ke taktik...di sini salahnya dia...kalo gue ,taktik gue ya itu2 aja ,pemain boleh beda ,tapi taktik ,formasi ,don't fuck with the formation man...Benitez ngebuat pemain2nya pusing dengan 2 hal ,which is perubahan line up ,dan juga perubahan formasi ,yg berarti 2 kali perubahan understanding ,2 kali para pemainnya harus comprehend sesuatu...kalo gue ,gue cuma ngerubah line up ,tapi formasi gue tetap ,yg berarti pemain gue cuma perlu punya better understanding di sisi movement sama kebiasaan ,tapi dari taktik ,yg which is merupakan garis besar dari permainan tim gue ,sama sekali gak ada perubahan ,yg pemain gue perlu perhatiin cuma bagian details ,tapi big picturenya nggak ,sementara Benitez ngebuat pemain2nya dipusingin sma perkara details plus perkara big picture ,akhirnya itu ngebuat Liverpool seperti main tanpa guidelines yg jelas...Buat gue ,formasi tim utama ,dengan formasi reserve ,dan formasi youth team ,semuanya harus sama ,ini ngebuat pemain punya guidelines yg jelas ,keliatannya pertama emang kayak si pemain harus beradaptasi dengan taktik ,tapi kalo lo mau liat jangka panjangnya ,karena si pemain udah terbiasa dengan taktik tersebut ,pada akhirnya si taktiklah yg melebur dengan si pemain...Line up ,you can experiment with that anytime dude ,tapi taktik ,formasi ,dan filosofi permainan ,that's the thing that you just don't fucked up with...taktik yg gue pake gue rasa merupakan taktik yg breakthrough kalo sampe dipake di real world ,which is 3-1-3-3 ,3 bek tengah ,1 gelandang tengah ,3 gelandang serang ,dan 3 penyerang....rasio gol permusim gue gak pernah kurang dari seratus gol...Eat that motherfuckers...

Monday, 28 January 2008

Siaran lagi

Tgl. 9 gue siran lagi di trijaya ,buat sesi pertama gue ngebahas rock ballad ,rocin gitulah ,rock cinte ,sesi keduanya rencananya gue mo ngebahas Guns 'N Roses ,agak pasaran ,tapi banyak yg request sih ya...Yg gue pengen bahas adalah it's amazing ya how the brain works ,I mean ,selama ini gue mikir kalo perbendaharaan lagu rock ballad gue kayaknya dikit ya ,I'm like more of an alternative guy ,tapi pas gue mo ngedownload ,damn ! Ternyata banyak banget lagu2 yg lewat di kepala gue ,and that got me thinking ,parah...kok ternyata gue melankoli jadul juga ya...Lucu juga ,abis dengerin lagu2 rock ballad kayak gitu ,kepala gue kayak kelepas "kabel berpikir"nya ,biasanya kan kalo gue dengerin kayak TOOL gitu ,kelar dengerin kepala gue juga masih wired ,tapi ini kok nggak ya...hehehe...kocak juga...

Sunday, 20 January 2008

Regrets

Mengenai regret ,selama ini gue selalu consider diri gue sebagai manusia yg gak punya regret ,buat gue ,regret are for pussies...But lately ,kayaknya gue mulai harus secara bertahap mengakui kalo ternyata gue juga memiliki apa yg disebut regret...terutama karena gue mengalami kesulitan untuk nyari kerjaan...sekarang kayaknya untuk punya apa yg disebut decent job ,or any job ,setiap orang minimal harus punya ijazah D3...sementara gue ini a very successful college drop out ,karena setiap kali gue kuliah ,gue selalu berhasil untuk drop myself out dari semua kampus yg gue attend...start dari Desain Grafis Trisakti tahun '95 ,tahun '98 gue D.O. ,terus '98 gue masuk London School ,tahun '99nya gue cabut karena gue keterima di D3 UI ,dan gue keterima di 2 jurusan yaitu Broadcasting dan Advertising ,gue ambil yg Advertising UI ,too bad ,gue successfully fucked it up lagi ,pas final pertama ,gue udah cabut lagi ,abis itu tahun 2000 ,gue masuk di LaSalle Fashion Business ,lagi2 gue fucked it up ,setelah itu tahun 2002 ,gue coba lagi di LaSalle dengan majoring yg sama ,dan again ,gue fucked up lagi ,setelah itu sampe 2005 ,pas "problems" gue mulai membaik ,gue masuk ke IIFI (Indonesia International Fashion Institute) ,majoringnya gue ngambil Fashion Business lagi ,but again ,"problems" gue resurfaced dan 2006 gue harus cabut lagi...Gue gak ngerti ,tapi kayaknya gue emang harus give up di urusan sekolah ini...somehow dulu gue pernah mikir ,kenapa orang yg punya ijazah labih gampang untuk dapet kerjaan ,padahal banyak dari mereka yg kalo dibandingin sama gue ,gue sih asli jauh lebih pinter...tapi ternyata ,satu hal yg gue pelajarin ,big difference antara mereka yg punya ijazah dan gue yg gak punya ,mereka punya satu kelebihan ,yaitu mereka berhasil menyelesaikan apa yg mereka mulai ,sementara gue nggak ,gue nggak pernah berhasil untuk finish what I've started...di sisi itulah kredibilitas mereka diakui...and I mean ,kalo gue punya satu company ,pastinya gue akan hire orang yg punya kredibilitas...selama ini gue salah memiliki persepsi bahwa ijazah itu cuma a stupid piece of paper ,karena ternyata a piece of paper itulah bukti dari kredibilitas seseorang ,bukti kalo mereka bisa finish what they've started ,bukti bahwa mereka bisa get the job done...bukan berhenti di tengah2 seperti yg selama ini selalu gue buat...Orangtua gue sendiri keliatannya gak pernah mempermasalahkan kalo gue selama ini drop out melulu ,karena mereka paham sama "problems" gue ,walaupun gue tau kalo deep inside mereka pasti teramat sangat disappointed dengan situasi ini ,tapi karena mereka gak pernah put pressure ke gue yg ngebuat gue jadi ngerasa gak nyaman ,I mean gue kok berasa kalo gue ini teramat sangat ungrateful...Gue tau kalo diri gue ini tipe orang yg sangat underachiever ,hell ,dari kecil aja gue gak punya cita2 (besides kalo gue pengen jadi rockstar ,hahaha...) ,but tapi masa sih di diri gue gak ada secuil pun keinginan untuk at least do something ,apalagi kayaknya gue balapan sama sesuatu yg gak mungkin kebalap sama mobil F1 sekalipun ,gue balapan sama waktu...Sekarang kayaknya udah saatnya gue harus jadi kreatif ,kalo lapangan kerja dari orang lain untuk gue udah ketutup ,emang udah harus dari gue mikir ,gimana caranya gue sendiri yg buat lapangan kerja untuk diri gue sendiri...shit ,mikirnya aja gue udah pegel ,gimana abisnya ya ,gue emang slacker pemalas sih ya ,ideal job buat gue itu adalah gue gak perlu kerja ,orang lain yg kerja tapi gue dapet bayaran ,hehehe...but ya sudahlah ya ,udah saatnya kali gue mhelakuin some sort of reality check ,because karena yg kita semua tau ,reality bites man...Udah ah ,pegel gue....

American Gangster


Ini film sinting...pacenya slow ,tapi di saat2 yg gak terduga ,tiba2 pacenya yg langsung ngegas no brakes ,dan yg memungkinkan emosi kita dibolak balik kayak gini terutama karena 5 star performances dari Denzel Washington ,asli ,ini orang acting genius ,ada adegan dari mukanya ketekuk tiba2 bisa langsung nyengir dan ngomong "my man..." ,dan kalo pas nonton ini emosi lo ikutan maen ,lo bisa nangkep dari kata2 sependek itu ,ekspresi mukanya dia tells a whole lot different story ,adegan favorit gue pas dia marah2 ngebersihin darah di karpet rumahnya ,itu peak performance dia di film ini ,dari sekian banyak highlights...Russell Crowe ,yg emang aktor favoritnya si sutradara Ridley Scott (mereka kerjasama bareng di Gladiator ,yg menghasilkan Oscar untuk Crowe) ,kayaknya emang chemistrynya dia muncul kalo disutradarain sama Scott selain sama Ron Howard ,di sini performanya dia sebagai polisi yg jujur di karier ,tapi tukang selingkuh di rumah tangga mantap banget ,ekspresinya amat sangat kejaga...yg menyenangkan ,ada dua rapper yg terlibat di film ini ,yg pertama Common ,yg emang udah sering maen film ,dan yg kedua T.I.,yg kalo gue gak salah ini debut aktingnya dia ,dan sebagai pemula ,aktingnya gak mengecewakan...Instant American classic...

Saturday, 19 January 2008

wonderkidz

Gue lagi gila2nya maen Football Manager ,I mean ,orang2 yg punya ide bikin maenan kayak gini it's either fuckin' genius ato gak tau lagi gimana caranya nyalurin God complex mereka. Gue mikir kayak gini karena gue tau kalo gue punya God complex yg cukup kronis ,kalo gue pake kata kronis kok seolah-olah ini penyakit ya ? Para pembuat game ini bener2 tau cara cure semua penyakit psikologis ,mulai dari addiction ,power trip ,god complex ,sven gali complex ,illusion of power ,control freak ,and I'm happily admit kalo gue pengidap semua yg gue sebut di atas...dan yang menyenangkan dari game ini ,unlike in real world ,cheating gampang banget ,I mean ,gue memang selalu curang ,gue memang gak punya cukup dignity untuk fair play ,but sometimes in real world ,gue harus telen mentah2 kenyataan kalo orang yg sportif jauh lebih dihargain daripada yg curang ,dan ini konsep yg bener2 ngeganggu kepala gue ,I mean yg bedain sportif sama curang itu cuma persoalan imajinasi ,kreativitas ,for me ,cheaters itu orang yg think outside the box ,of course ,kalo gue dicurangin ,gue juga gondok ,tapi inside ,gue kagum sama orang yg bisa curangin gue ,karena berarti dia lebih kreatif dan lebih punya nyali karena pasti orang2 akan menganggap dia bastard ,dengan dia gak mikirin apa persepsi orang ,gue rasa dia udah sukses banget...prinsipnya sama kayak "you have to be deep to admit that you're shallow". Seru banget Football Manager ini ,I mean where else you can fuck someone's career and get away with a trophy ? I know ,mungkin ini gak real ,but at least apa yg dikasih untuk inside gue is something that is really real...

ME

Selama ini gue berpikir kalo gue punya perasaan atau intuisi ,ternyata as I got older ,sering banget gue terbukti salah. Ternyata gue gak punya yg namanya feeling ,perasaan ,intuisi ,apalagi empati. Pernah nonton serial yg judulnya Dexter ? Nah ,gue sangat bisa relate ke tokoh utamanya yg namanya si Dexter itu ,tapi bedanya ,Dexter perlu sosok ayah angkatnya untuk ngajarin dia gimana fit in dengan cara make topeng di orang sekitarnya ,kalo gue kayaknya udah ada di darah gue untuk selalu constantly make topeng gue ,tentu aja proses gue agak lebih sulit ,ada saat dan orang2 dimana gue pernah ngasih liat siapa diri gue sebenernya ,but practice makes perfect ,dan kayaknya gue mulai sampe di tahap dimana gue bangun pagi dan otomatis topeng gue udah kepasang...to be honest ,pertama agak sulit hidup dengan pikiran dan action yg kebagi dua ,but I find solace in my being as a master of disguise. Baru sore ini gue jalan2 bareng keluarga gue ,and they were telling some stories about my little niece yg masih lucu2nya ,the funny thing is ,gue gak ketemu di mana funnynya ,tapi badan gue automatically ikut ketawa...Lucu juga kan kalo semua ketawa tapi gue diem ,mungkin kalo gitu kejadiannya baru gue bisa bener2 ketawa ,but kalo begitu yg ngerasain efek jokenya cuma gue ,dan orang akan mulai bertanya-tanya ,kenapa si Joel ? Dan gue gak suka kalo orang mulai sibuk mempertanyakan diri gue ,so as always ,I played along...and anyway ,lebih enak ketawa dalam hati ,sendirian ,so gue gak perlu ngebagi ketawa gue sama orang lain. Prinsipnya ,ketawa itu seperti heroin ,lebih enak gue pake sendiri ,gak dibagi ke orang lain ,gila aja dibagi ,mahal kali...