
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2006,waktu itu gue dan beberapa orang teman sedang bersantai-santai di Splash! di kawasan Kemang,just your typical Friday night hang out,ngobrol ngalor-ngidul sambil ditemani beberapa gelas beer,kebetulan salah satu teman gue mengajak seorang temannya yg merupakan seorang gitaris dari grup indie terkemuka di Indonesia,pokoknya grup ini terkenal karena membawakan lagu2 bernuansa nostalgia 70an,so gue nggak expect musiknya dia sama musik yg gue suka bakal nyambung,sampai kita tiba di topic yg satu ini,dia tiba2 nanya “Joel…tadi pas jalan ke sini,lo dengerin apa di mobil ?”Pertanyaan yg membuat gue lumayan surprised,pertama karena dia bertanya musik apa yg gue suka dengan cara yg unconventional,instead of dia nanya gue suka band atau musik apa,tapi dengan cara bertanya musik apa yg gue baru dengerin di mobil,dan yg kedua kayaknya tongkrongan gue sama dia beda banget,gue yg berjeans dengan converse,sementara dia dengan dandanan 70an,jadi agak kocak ya,terus gue jawab “Gue sih kalo nyetir ,andalan gue TOOL…”nggak berharap kalo dia ngerti…Instead jawaban dia adalah “Hah ? TOOL ? Ah,gila,lo dengerin yg mana ? Wah,kalo buat nyetir sih,gue paling suka album Undertow,paling kenceng tuh !”Gue terkejut,sedikit hampir tersedak beer yg gue minum,tapi langsung antusias “Bukan jo,bukan yg Undertow,gue tadi di mobil dengerin Aenima,gue ngulang2 lagu Forty Six & 2…”dia spontan langsung nyanyiin liriknya “my shadow…”Wah,gue langsung berasa seneng banget,ada juga yg nyambung,dan orang yg nyambung ternyata sangat2 unexpected…
Unexpected…bicara soal unexpected,TOOL is the most unexpected band yg pernah ada,I mean,gimana caranya lo bisa bikin album platinum dengan album yg isinya lagu2 yg sama sekali nggak radio friendly ? Belum lagi durasi dari album yang satu ke album yang lain minimal 3 tahun ? Kebanyakan band mungkin udah kehilangan pendengarnya lewat 3 tahun nggak ngerilis album ? Gimana caranya lo bisa buat pendengar lo tetap sabar dan setia nungguin next album lo ? Sekedar catatan,jarak dari album Lateralus ke album 10,000 Days adalah sekitar 5 tahun,dan pada tahun 2006 saat 10,000 Days dirilis ,pada minggu pertamanya,according to Nielsen SoundScan,terjual sekitar 564.000 copies,dan menduduki posisi pertama Billboard Top 200…Lo bisa bilang semua hype tentang band ini bohong,tapi statistik always tell the truth man….Belum lagi fakta bahwa dari 8 video klip,members dari TOOL hanya sekali appear di video klip mereka,I mean,kita nggak bisa deny fakta bahwa semakin sering suatu band appear di video klip mereka,the more likely mereka akan semakin popular,tapi TOOL proved otherwise,album 10,000 Days yg merupakan album terakhir mereka membuktikan hal itu dengan menjadi the best selling TOOL album ever,fakta bahwa TOOL Army (sebutan untuk fans TOOL) semakin bertambah setiap tahun. Fakta ini akan semakin terdengar mencengangkan jika kita tahu bahwa TOOL adalah satu dari sedikit artis yg menolak untuk bekerjasama dengan ITunes,vokalis mereka Maynard James Keenan berkata “Lagu2 ini bukanlah iklan,bukan semacam jingle 3 menit,lagu2 ini tidaklah terlalu mudah untuk difahami…Ini lebih mirip dengan mempresentasikan sebuah film.”Okay,kita bisa bilang kalo dia pretentious,tapi kita bisa lihat kesamaannya,saat kita membayar untuk membeli satu CD atau tiket film,maka chances untuk kita akan menikmati prosesnya sampai habis jelas lebih besar. Simpel memang,kalo lo udah bayar,kemungkinan lo pay attention lebih besar.
Bicara TOOL memang tidak bisa lepas dari sosok sang enigmatic vocalist,Maynard James Keenan. Di satu interview,sang gitaris Adam Jones pernah berkata “TOOL is my band,I asked Maynard to join in…”Well,memang kalau kita melihat TOOL secara keseluruhan,Maynard tidak lebih dan tidak kurang merupakan ¼ dari apa yang membentuk TOOL di samping sang gitaris Adam Jones,bassist Justin Chancellor,dan drummer Danny Carey. Tapi kita tidak bisa memungkiri fakta bahwa banyak orang yg tertarik kepada TOOL karena adanya sosok MJK ini.Salah satu policy yg terkenal dari MJK adalah ia tidak pernah mau menuliskan lirik dari lagu2 TOOL (dan juga lirik dari side projectnya A Perfect Circle dan Puscifer) di album sleeve,saat ditanya kenapa ia mengambil langkah tersebut,ia hanya menjawab bahwa saat kita membaca lirik,maka itu merupakan suatu proses berpikir yg berbeda,yg akan berakibat pada kita tidak akan sepenuhnya memahami proses musical yg sedang terjadi….Sinting…gue pas abis baca itu langsung mikir,gila ini orang,kepikiran aja detail yg kayak gitu…Dan dengan lirik2 yg seperti dia tulis,kita nggak bisa menyalahkan kalo dia berpikir seperti itu,I mean,lirik2 yg dia tulis seperti mengajak kita melihat ke pola berpikir dan merasa yg kita sebagai manusia miliki seperti di track Stinkfist saat dia menulis “Constant stimulation numbs me…Boredom’s not a burden anyone should bear”…Man,isn’t that just a plain genius ? Dan 2 album TOOL terakhir yaitu Lateralus dan 10,000 Days merupakan 2 dari biggest selling album mereka nggak bisa lepas dari fakta bahwa 2 album ini dirilis setelah Maynard dan A Perfect Circle merilis album mereka yg notabene lebih “radio friendly” dibandingkan dengan TOOL, yg menunjukkan bahwa sosok Maynard merupakan magnet bagi para pendengar. Dan memang nggak bisa disangkal bahwa banyak sekali orang yang sebelumnya tidak mengenal TOOL ,akhirnya menjadi tertarik karena mereka mendengar
Simply put, TOOL just might be the most popular cult band in the world. And somehow, mereka berhasil untuk membuat diri mereka sebagai suatu cult band tanpa harus menjadi elit atau eksklusif. Kita nggak harus menjadi orang yang pintar untuk bisa menikmati musik mereka. Dan tidak ada orang yang terlalu bodoh sehingga tidak bisa menikmati apa yg mereka tawarkan. TOOL memainkan sound yg smart tanpa harus terdengar seperti mengajarkan orang bagaimana bermain musik rock yg baik dan benar. Dengan TOOL ,it is all a matter of feelings ,if you feel it ,then you got it ,if you’re not feeling it ,then you’re not feeling it…Simpel kan ?
No comments:
Post a Comment